BPK Kamboja Bergerak Cepat Normalisasi Drainase dan Kanal Pengeringan di Palangka Raya

Siap diputar

PALANGKA RAYA – Tim BPK Kamboja bersama warga melakukan pembersihan drainase dan normalisasi kanal pengeringan di kawasan Jalan Pangeran Samudera III serta Jalan Temanggung Tilung, Sabtu (9/5/2026). Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengatasi saluran air yang tersumbat dan mengantisipasi terjadinya genangan di lingkungan permukiman warga.

Pembersihan difokuskan pada saluran pembuangan air di bawah lantai dapur barak yang mengalami penyumbatan cukup parah akibat endapan lumpur, pasir, dan sampah plastik yang terbawa arus hujan.

Dari hasil penanganan di lapangan, diketahui posisi pipa paralon pembuangan air kini berada sejajar dengan aliran drainase tepi jalan sehingga air sulit mengalir secara maksimal. Kondisi itu diperparah dengan pendangkalan saluran yang kedalamannya kini hanya sekitar 25 sentimeter.

Tim BPK Kamboja bersama warga melakukan pembersihan drainase dan normalisasi kanal pengeringan di kawasan Jalan Pangeran Samudera III serta Jalan Temanggung Tilung

Dalam dokumentasi kegiatan, tampak anggota BPK Kamboja bersama warga turun langsung ke saluran drainase menggunakan sepatu boots dan peralatan manual untuk mengangkat lumpur serta membersihkan sampah yang menyumbat aliran air.

Sementara di lokasi kanal pengeringan Jalan Temanggung Tilung, anggota lainnya terlihat mengoperasikan mesin pompa portable untuk mempercepat penyedotan air sekaligus membersihkan kembali peralatan pengeringan yang sebelumnya digunakan.

Ketua BPK Kamboja sekaligus Inspektur Muda Ahli Kebakaran, Sucipto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial terhadap kondisi lingkungan dan keselamatan warga sekitar.

“Kami ingin memastikan aliran air kembali normal supaya tidak menimbulkan genangan saat hujan deras. Ini juga menjadi bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan masyarakat,” ujarnya.

Tim BPK Kamboja bersama warga

Menurut Sucipto, salah satu persoalan utama di kawasan tersebut adalah kondisi drainase yang mulai mengalami kerusakan di sejumlah titik. Beberapa bagian siring batu terlihat jebol akibat semen pengikat yang mulai rusak dimakan usia.

Ia menilai penanganan sementara melalui gotong royong perlu dibarengi dengan perbaikan permanen pada sistem drainase agar permasalahan serupa tidak terus berulang.

“Kedepannya perlu ada pembangunan drainase box yang lebih baik dan lebih dalam menuju jalur pengeringan. Kalau hanya dibersihkan tanpa perbaikan, lama-lama akan dangkal lagi,” katanya.

Sucipto juga mengajak masyarakat sekitar untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke saluran air. Menurutnya, sampah rumah tangga yang terbawa hujan menjadi salah satu penyebab utama penyumbatan drainase.

Ketua BPK Kamboja, Sucipto, S.Sos

Suasana gotong royong berlangsung penuh kebersamaan. Sejumlah pemuda sekitar terlihat ikut membantu proses pembersihan saluran air hingga pengangkatan lumpur di kanal pengeringan.

Setelah dilakukan penanganan selama beberapa jam, aliran pembuangan air di bawah lantai barak dilaporkan kembali lancar meski kondisi drainase masih membutuhkan perhatian dan perbaikan lanjutan di beberapa titik yang mengalami kerusakan cukup parah.

Back to top button
Close

Dukungan Anda Dibutuhkan 🙏

Kami mendeteksi Anda menggunakan AdBlock. Website ini dapat berjalan secara gratis karena dukungan dari iklan. Mohon bantu kami dengan menonaktifkan AdBlock agar kami bisa terus menyajikan berita terbaru dan terpercaya untuk Anda. Terima kasih atas dukungan Anda 🙏